0
Dikirim pada 31 Desember 2011 di Khutbah

Tahun baru? Apa yang terpikir di benak Anda? Terompet? Kembang Api? Pesta? Makan-makan, bakar jagung, atau liburan bersama keluarga? Bagi saya, tahun baru tak ubahnya seperti hari-hari lainnya. Tak perlu membuatnya begitu spesial. Justru seharusnya kita patut berintrospeksi diri. Apa yang sudah kita lakukan untuk diri kita dan orang di sekitar kita selama setahun silam. Apakah kita bisa bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun berikutnya?

Kita umat Islam, tak perlu heboh di tahun baru

Umat muslim tak perlu mengucapkan apalagi merayakan tahun baru masehi, yang notabene adalah hari raya orang kafir. Tak perlu juga menggunakan alasan toleransi. Kalau masih juga ikut-ikutan, maka akan termasuk golongan mereka (orang kafir).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (QS. 5:51)

Sabda Rasulullah SAW, “Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka.”

Pemborosan di tahun baru

Sudah terbayang kan, apa yang dilakukan setiap orang di malam tahun baru? Semua hal yang dilakukan dalam rangka menyambut maupun merayakan tahun baru tak bisa terhindar dari biaya yang banyak. Sebagai contoh yang sangat umum adalah pesta kembang api di malam tahun baru. Sebuah pesta kembang api di ceko, menghabiskan biaya sekitar 1,5 juta Czech Koruna atau sekitar 750 juta IDR (Indonesian Rupiah). Biaya ini hanya untuk menebus kembang api 3 warna yang mewakili warna bendera Republik Ceko, yaitu merah, biru dan putih. Juga kembang api yang berbentuk cacing-cacing, kontribusi dari pemerintah Jepang.

Akan berbeda kiranya jika ratusan juta rupiah tersebut disalurkan untuk membantu memberi makan fakir miskin. Buka kesia-siaan yang didapat, namun justru limpahan pahala yang berlipat.

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” QS. al-Isra’ (17) : 26

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithan dan syaithan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” QS. al-Isra’ (17) : 27

Menggangu orang lain

Meniup terompet di tengah malam (sebagai penanda pergantian tahun) tentu saja selain berisik juga menggangu tetangga di sekitar rumah. Padahal menggangu/menyakiti tetangga sangat berat hukumannya.

Rasulullah saw. bersabda yang artinya, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya tidak menyakiti tetangganya.” (HR Bukhari, Muslim dari Abu Hurairah)

Dalam riwayat lain beliau bersabda yang artinya, “Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari perilaku buruknya.”

Bangga dengan identitas sebagai muslim

Agama yang diridhoi Allah adalah Islam. Sudah sepantasnya kita bangga dengan agama kita, Islam. Agama yang paling sempurna. Maka kita harus senantiasa menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” QS. Ali Imran (3):19

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” QS. Ali Imran (3):110

Kita umat Islam sudah mempunyai penanggalan sendiri, yaitu penanggalan hijriyah yang telah disepakati oleh para shahabat Radhiallaahu anhu, dan setiap pergantian tahun hijriyah tak perlu mengadakan perayaan-perayaan tertentu. Kita tetap harus mempertahankannya walaupun mungkin lingkungan belum mendukung.

Manusia lumrah melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan ialah mereka yang bertaubat. (Hadis riwayat Ahmad dan At-Tarmizi).

————————————————

References:

http://e-quran.sourceforge.net, alfredoandreas, muslimcentral, raudhah.com, mohe, dan oaseislam.

 



Dikirim pada 31 Desember 2011 di Khutbah
comments powered by Disqus
Profile

“ Haji/Hajjah Ainul Wafa ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Anda Pengunjung ke
Sekarang Tanggal
Tausiyah Online
Sekarang Jam
Asmaul Husna
Salam
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 67.470 kali


connect with ABATASA