0
Dikirim pada 30 Desember 2011 di Khutbah

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kembali mendirikan Posko Peduli Sandal Jepit di Dusun Sedan, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Jumat (30/12). Posko yang baru berdiri tersebut, langsung didatangi ratusan warga.

Posko tersebut dibangun sebagai simpati atas kasus pemidanaan remaja yang diduga mencuri sandal jepit. Warga mengaku, meski tak bisa menerima tindakan pencurian. Namun, hukuman pidana yang dijatuhkan satu tahun setelah kejadian dianggap sebagai usaha mematikan masa depan anak.

"Aksi pengumpulan sandal sebagai sindiran betapa Polisi tidak mampu menangani hukum dengan baik. Polisi hanya bisa menyeret orang kecil ke jerat hukum, sedangkan para koruptor tetap berkeliaran," kata penanggung jawab posko, Baharuddin.

Warga yang datang ke posko menyebut mereka dengan suka rela menyerahkan sandal jepit , yang nantinya akan dikirimkan ke Palu melalui Polda Yogyakarta. Di Posko itu, relawan juga membuka kesempatan bagi warga yang ingin menyumbang Aal. Tindakan polisi tersebut telah membuat Aal terancam putus sekolah dan dianggap masyarakat telah mencederai hukum.

Sebelumnya, KPAI juga membuka posko 1000 sandal di Jakarta, Kamis (29/12) kemarin. Posko dibuka sebagai kritik atas penangkapan seorang pelajar yang mencuri sandal dan diancam hukuman lima tahun penjara di Palu, Sulawesi Tengah. (Agus Utantoro/Wtr4)



Dikirim pada 30 Desember 2011 di Khutbah
comments powered by Disqus
Profile

“ Haji/Hajjah Ainul Wafa ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Anda Pengunjung ke
Sekarang Tanggal
Tausiyah Online
Sekarang Jam
Asmaul Husna
Salam
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 66.670 kali


connect with ABATASA